Dengan mengambil pelajaran dua pendiri negara Indonesia tersebut, saya mengajak untuk semua pembaca agar tidak menyempitkan politik hari hari ini dengan terlalu terbawa perasaan. Sungguh bukan itu politik. Anggota keluarga saya pun banyak berbeda pilihan bahkan beda pandangan politik. Tapi selama ini saya tidak menjadikan hal itu sebagai alasan membenci apalagi sampai memutus tali silaturahmi. Politics is politics, personal feeling is personal feeling.
Percaya saya, sungguh indah bila kita bisa bebas pertengkarkan pikiran kita tanpa melibatkan perasaan. Lawan debat adalah kawan berpikir. Dengan begitu segala ide dan gagasan akan muncul kepermukaan. Dan dengan itu kita bisa memajukan Indonesia, menjadikan Banggai hebat ***





