INFOLUWUK – Demi menekan jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD), Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai mengintensifkan Gerakan Jumantik (juru pemantau jentik) hingga ke lingkungan sekolah.
Keterlibatan para siswa dalam pencegahan DBD diwujudkan melalui inovasi Si Batik Maleo, akronim dari Siswa Berantas Jentik dan Memantau Lingkungan Sekolah.
Inovasi ini diharapkan dapat memperkuat peran siswa menjadi agen pencegah berkembangnya nyamuk Aedes Aegypti penyebab DBD.
Implementasi dari gerakan ini dibahas dalam rapat koordinasi bertajuk Penguatan Gerakan Jumantik Lingkungan dan Implementasi Inovasi Si Batik Maleo tingkat Kabupaten Banggai tahun 2024 pada Senin, 2 September 2024.
Penjabat Sekda Banggai Ramli Tongko, mengatakan, masalah DBD tak hanya berdampak pada masalah klinis individu, tetapi juga pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Karena itu, penanganannya pun tidak bisa mengandalkan pada organisasi kesehatan semata, tetapi membutuhkan peran aktif masyarakat lintas sektor.
“Melalui program ini, para siswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang pentingnya kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi pelopor dalam praktik hidup sehat di lingkungan sekitar mereka,” ujar Ramli.













