Dalam tiga tahun terakhir, terjadi fluktuasi jumlah kasus DBD di Kabupaten Banggai. Dinas Kesehatan Banggai mencatat, hanya terdapat 6 kasus DBD pada 2021.
Lonjakan kasus DBD terjadi pada 2022 yaitu sebanyak 73 kasus dengan 1 kasus kematian.
Kemudian turun menjadi 65 kasus pada 2023 dengan 1 kasus kematian. Hingga Juli 2024, terdapat 45 kasus DBD dan belum ada kasus kematian.
“Berbagai upaya pencegahan telah dilakukan pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan dalam mengkampanyekan Gerakan Pemberantasan Dengue melalui pemberantasan sarang nyamuk 3 M Plus, termasuk Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik secara rutin, baik di lingkungan tempat tinggal dan kantor maupun melalui inovasi Si Batik Maleo,” ujar Ramli.
Pada kesempatan itu dilakukan penandatanganan komitmen bersama Sekolah Bebas Jentik Cegah DBD dengan Inovasi Si Batik Maleo.
Dalam rakor tersebut, Dinkes Bangai menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Tim Kerja Arbovirosis Kementerian Kesehatan Dr Agus Handito dan Edi Priyanto, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Sulteng, dr Moh. Ikbal, Penanggungjawab Program Arbovirosis Dinas Kesehatan Sulteng Muhadi Dahlan, dan Ketua Komunitas Belajar SDN Maahas Taufik Akbar. ***













