Scroll untuk baca artikel
Example 325300
Example floating
Example floating
Ekobis

Pengamat Sebut PLN Berpotensi Rugi Jika Tak Dapat Subsidi, Perlu Reformasi Fundamental

51
×

Pengamat Sebut PLN Berpotensi Rugi Jika Tak Dapat Subsidi, Perlu Reformasi Fundamental

Share this article
Ilustrasi - Petugas PLN [INFO LUWUK/ Istimewa]
Example 468x60

INFO LUWUK – Pengamat ekonomi energi Noviardi Ferzi menilai kinerja keuangan dan operasional PLN sepanjang 2025 memang menunjukkan perbaikan signifikan. Namun, menurutnya, capaian tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kesehatan struktural jangka panjang.

Kinerja 2025 memang impresif—penjualan naik, laba melonjak, dan efisiensi mulai terasa. Tetapi masih ada persoalan mendasar. Utang sekitar Rp711 triliun, ketergantungan pada subsidi APBN sekitar Rp177 triliun, oversupply listrik, serta risiko valuta asing dari kontrak IPP.

Example 300x600

“Tanpa subsidi, potensi kerugian bahkan bisa mencapai Rp160 triliun. Ini perlu direformasi, bukan sekadar dikelola,” kata Noviardi seperti dilansir dari terpantau.com, media jaringan Promedia, Rabu, 18 Januari 2026.

Baca Juga:  Mentan Amran Sulaiman Kunjungi Lokasi Peternakan Sapi Perah di Lembah Napu Poso

Meski demikian, secara kinerja tahunan, PLN dinilai semakin solid dibanding 2024. Perseroan diproyeksikan membukukan laba bersih Rp12–15 triliun, melonjak sekitar 100–130 persen secara tahunan, dengan dukungan pendapatan usaha Rp550–580 triliun.

Capaian tersebut melampaui target RKAP sekitar Rp545 triliun. Penjualan listrik pun mendekati 310 TWh atau lebih dari 102 persen target pemerintah, dengan pertumbuhan sekitar 4–6 persen secara tahunan.

Example 120x600