Di satu sisi, Kota Luwuk saat ini belum memiliki akses yang luas ke berbagai produk atau layanan modern yang biasanya ditemukan di kota-kota besar.
Dengan adanya mal, masyarakat tidak perlu bepergian jauh ke kota-kota besar untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
“Hal ini tentunya akan menghemat waktu dan biaya bagi warga,” tambahnya.
Di samping itu, kata dia, pembangunan mal dapat menjadi katalisator untuk pembangunan infrastruktur lainnya, seperti jalan, fasilitas umum, dan transportasi yang lebih baik.
Ke depan, kata dia, seiring dengan pertumbuhan ekonomi, gaya hidup masyarakat di kota kecil seperti Kota Luwuk juga cenderung berubah.
Mal bisa menjadi bagian dari transformasi tersebut, menyediakan pengalaman belanja dan hiburan yang lebih modern, yang mungkin dicari oleh generasi muda dan kelas menengah yang berkembang.
Meski banyak manfaat potensial, pihaknya menyadari bahwa pembangunan mal di Kota Luwuk juga perlu mempertimbangkan tantangan seperti dampak terhadap bisnis lokal kecil, peningkatan kemacetan, dan potensi masalah lingkungan.

















