Tak berselang lama, datanglah pewarta senior Iskandar Djiada. Ketua PWI Banggai itu ikut mengomentari kursi-kursi rusak itu bercampur kelakar.
Kursi-kursi para wakil rakyat itu memang sengaja dibuang di tempat pembuangan sampah sementara yang berada di paling belakang kantor Parlemen Teluk Lalong, berdekatan dengan Kantin Aspirasi DPRD Banggai.
Paling tidak, ada sekira 18 buah menumpuk di tempat pembuangan sampah sementara.
Melihat kondisi kursi para wakil rakyat yang terbilang masih bisa diperbaiki itu, muncullah berbagai asumsi pewarta.
Salah satunya soal biaya pengadaan baru kursi itu.
Dari hasil penelusuran google, kursi itu harganya dibanderol dengan kisaran paling murah seharga Rp550 ribu per buah hingga Rp2 juta lebih.
Nah, jika kursi-kursi itu telah dibuang, maka sudah bisa dipastikan telah ada penggantinya yang baru.
Ah, saya membatasi tidak sedang menghitung berapa kisaran anggaran untuk pengadaan kursi baru. Namun, terfokus soal mengapa mesti kursi senahal itu yang diadakan untuk hanya sekadar diduduki.

















