INFO LUWUK – Tak bisa dipungkiri bahwa industri minyak dan gas bumi (migas) menjadi salah satu penopang perekonomian negara, khususnya di Indonesia.
Managing Director Petromindo.com, Alexander Ginting mengungkapkan bahwa industri migas sudah aktif sejak 100 tahun lalu. Indonesia adalah salah satu negara dengan industri migas yang sudah dewasa saat itu.
Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia memiliki 166 blok migas. Dari jumlah itu, 77 WK sudah berproduksi dan 27 WK sedang dalam pengembangan. “Sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tinggi, kita juga membutuhkan suplai energi yang besar, ” kata dia pada kegiatan Temu Rekan Jurnalis PT Pertamina EP Donggi Motindok Field, Jumat (13/12/2024).
Di sisi lain, kata Alex, saat kebutuhan minyak Indonesia begitu tinggi, namun produksi minyak kita menurun. “Ini yang jadi masalah. Produksi minyak kita dari 1,5 jt barel, turun sampai 600 barel perhari. Artinya, kita impor sisanya karena tingginya konsumsi minyak di negara ini,” terangnya.
Ia kemudian memaparkan, secara sederhana hitungannya, satu hari Indonedia itu mengimpor minyak sebesar US$70, atau sekira Rp33,6 triliun perbulan. “Habis APBN kita hanya untuk impor minyak, padahal ada banyak blok migas yang berproduksi di Indonesia. Namun, ternyata lapangan minyak yang ada adalah lapangan tua, yang otomatis produksinya terus menurun. Itulah yang terjadi dengan lapangan minyak kita, ” jelasnya.

















