Sementara itu, penemuan lapangan minyak baru menurun, tapi penemuan lapangan gas meningkat. Maka salah satu langkah pemerintah ialah meningkatkan biodiesel dengan cara perlahan mengalihkan konsumsi minyak ke biodiesel sebagai sumber energi.
Alex mengungkapkan bahwa saat ini, pemerintah mulai menerapkan program 50:50 dalam pemanfaatan minyak, antara solar dan biodiesel dari sawit. Targetnya akan berlaku di tahun 2030. Tapi program itu, akan membuat adanya perebutan manfaat antara sawit untuk makanan dan energi. Dimana minyak sawit akan menjadi kebutuhan suplai energi dan makanan.
“Kesalahan pemerintah kita selama ini ialah terlena karena kita sebagai pengimpor minyak, hingga lupa memanfaatkan gas. Namun, saat ini pemerintah mulai berbenah. Misalkan sumber PLN yang sebelumnya minyak, kini beralih ke gas. Begitu juga dengan pupuk dan industri lainnya. Saat ini mulai ditekankan pemanfaatan gas sebagai energi hijau dalam penggunaan industri”, ungkapnya.
Alex menjelaskan saat ini, gas dianggap sebagai energi yang bisa menjembatani peralihan sumber energi dari minyak ke sumber energi terbarukan seperti matahari dan angin. Karena itu, paradigma gas wajib ekspor pun berubah menjadi gas harus memenuhi kebutuhan dalam negeri sebelum di ekspor.***

















