Tahun ini, Festival Sastra Banggai dikerjakan sekitar 60 orang tim kerja dan relawan. Mereka menyiapkan venue hingga kelas yang menjadi ruang berdiskusi.
Ama mengatakan, sejak awal Babasal Mombasa telah menentukan titik pijat untuk ruang berkumpul, berjejaring, dan wadah untuk saling memberi.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Babasal Mombasa, Hidayat Monoarfa menilai, seni, Sastra, dan budaya bagian dari membangun Kabupaten Banggai.
“Kalau melihat antusias, ini jadi sebuah kebutuhan ke depan. Menjadi kerja bersama dengan pemerintah, bergandengan tangan untuk melakukan kegiatan yang lebih baik,” tuturnya.
Hidayat juga berpesan kepada para penulis untuk terus mengingat Kota Luwuk dan tetap saling terhubung, meski dipisahkan jarak.
“Ini jadi ruang kita bersama,” tuturnya.
Festival Sastra Banggai ditutup Asisten Administrasi Umum Setda Banggai, Kamil Datu Adam.
Penampilan Elmatu menutup rangkaian seremonial penutupan Festival Sastra Banggai Lembar Kedelapan.
Penyanyi kelahiran 1994 ini membawakan beberapa lagu di RTH Teluk Lalong Luwuk. ***

















