hanya ada di Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo.
Karena itu, kata dia, DSLNG melihat Hari Maleo Sedunia sebagai momentum untuk mengajak publik melalui jurnalis dengan mengadakan lomba jurnalis tentang pelestarian maleo.
“Selain itu, kami juga menciptakan iklim kompetitif dari kawan-kawan jurnalis untuk menulis. Sebagai juri dari kami memberikan skoring, sehingga satu sama lain juri tidak saling mengetahui poin yang diberikan, pada akhirnya ditentukan oleh panitia untuk dijumlahkan dari setiap skor yang kami berikan kepada pemenang,” katanya.
Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan, dan Banggai Laut, Iskandar Djiada, mengakui, lomba menulis seperti yang digelar DSLNG sangat baik sebagai upaya untuk kita memperbaiki tulisan, kosakata, dan ejaan.
“Terkadang kita lancar pada tahapan jurnalistik lainnya, tapi keteteran dalam menulis. Ini sangat baik karena bisa menjadi bahan evaluasi. Sebab evaluasi itu hanya bisa dilakukan oleh orang lain, bukan diri sendiri,” tuturnya.

















