“Permasalahan petani selama ini dan dikeluhkan serta mempengaruhi produksi, setiap musim tanam tiba, petani kesulitan mencari pupuk,” tuturnya.
Soal sumber daya alam, menurut Ahmad Ali, eksploitasi harus diikuti oleh kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah.
“Pertumbuhan ekonominya 15 koma sekian persen, nomor 2 tertinggi di Indonesia, tapi berbanding lurus dengan kemiskinannya,” tuturnya.
Harusnya, kata dia, harusnya ketika angka pertumbuhan naik, angka kemiskinan juga mengalami penurunan yang signifikan.
“Pertumbuhan 15 (persen), kemiskinan 13 (persen). Ada 379 ribu masyarakat Sulawesi Tengah yang hidup di garis kemiskinan,” paparnya.
Menurut Ahmad Ali, hal ini sungguh tidak adil. Sebab, hal itu terjadi di tengah eksploitasi sumber daya alam. Pemerintah tidak dapat memastikan tanggung jawabnya berjalan.
Dalam pemaparannya, Ahmad Ali juga memaparkan program unggulan, salah satu dana operasional sebesar Rp50 juta per tahun untuk kepala desa.
Ia juga bertekad untuk membangun jalan kantong produksi untuk mengembangkan sektor pertanian, memastikan pupuk murah, pendidikan gratis, serta pemerataan infrastruktur pendidikan yang merata di seantero Sulteng. ***

















