INFO LUWUK – Pada umumnya, burung dikenal suka terbang. Tapi tahukah Anda, jika ada burung yang tak suka terbang?
Ya, burung ini adalah Macrocephalon maleo atau yang lebih dikenal dengan burung maleo. Burung yang sejak lahir sudah bisa terbang ini, tersebar di sejumlah wilayah di Sulawesi dan Buton, termasuk di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
Meski sejak lahir burung ini terbilang sudah bisa terbang, ternyata maleo merupakan burung yang lebih suka berjalan ketimbang terbang. Itu bisa terlihat setiap kali pelepasliaran anakkan maleo serta pengakuan para peneliti. Dimana maleo hanya terbang saat dilepas, kemudian berlarian ke arah semak belukar.
Sebagai jenis unggas pemakan biji-bijian, populasi maleo ini disebut telah mengalami penurunan hingga 90 persen sejak tahun 1950-an. Kondisi ini sangat memprihatinkan, sebab maleo disebut terancam punah.
Mengingat kondisi maleo yang terancam punah, sejumlah pihak mulai menggaungkan upaya penyelamatan burung dengan warna bulu dominan hitam ini.
Secara umum, upaya pelestarian maleo itu diperingati sebagai Hari Maleo Sedunia pertama kali pada 21 November 2020 silam. Sebab, 21 tahun sebelumnya, ternyata pernah dilaksanakan pelepasliaran anak maleo di konservasi semi alami.

















