Upaya pelestarian maleo kemudian menggema ke seluruh Nusantara. Namun, jauh sebelum itu, di Kabupaten Banggai, PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) telah memulai konservasi ex situ maleo sejak tahun 2013 di Pusat Konservasi Maleo yang terletak di Desa Uso, Kecamatan Batui.
Bekerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan para peneliti untuk melestarikan maleo, DSLNG terus menggaungkan pelestarian maleo. Bahkan, di ex situ DSLNG, pernah menetaskan telur maleo untuk pertama kalinya, yang kemudian dilepasliarkan ke habitat aslinya di Suaka Margasatwa Bakiriang.
Burung yang suka menimbun pasir telurnya hingga menetas ini pun terus menjadi bahan penelitian di areal Pusat Konservasi Maleo DSLNG. Hingga kini, ratusan anakkan maleo telah dilepasliarkan perusahaan migas ini.
Para peneliti mulai menerima telur maleo dari BKSDA untuk ditetaskan. Telur-telur itu merupakan telur temuan warga yang diserahkan ke BKSDA sebagai bentuk kesadaran diri atas ancaman kepunahan maleo.
Tak sampai di situ, DSLNG juga terus menggaungkan pelestarian maleo hingga ke kampus-kampus lewat DSLNG goes to Campus. Bahkan, sejumlah perlombaan juga dilakukan untuk mengingatkan pentingnya pelestarian maleo di Kabupaten Banggai.

















