Namun, penelusuran media ini, beberapa jalan yang belum tuntas diperbaiki adalah lanjutan pasar Simpong-Maahas, dan ujung jalan maahas pantai kilo lima Luwuk.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Banggai, Dewa Supatriagama, mengatakan, adanya penambahan kegiatan yang didanai melalui alokasi Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Tahun 2024.
Misalnya, pembangunan jalan, maupun kegiatan konstruksi lainnya yang dapat dilaksanakan dengan cepat dan dapat dituntaskan dalam waktu relatif singkat, mengingat akhir tahun anggaran tinggal beberapa bulan lagi.
“Untuk proyek konstruksi bangunan, kami tidak berani,” ujarnya dikutip dari sangalu.com.
Ia, mengatakan, kegiatan yang diakomodir lebih kepada kegiatan pokir maupun kegiatan SPK (Surat Perjanjian Kerja).
Kegiatan pembangunan drainase, misalnya, bisa diakomodir karena dapat diselesaikan dalam waktu sebulan.
PPK Bidang Pengairan, Astred W Modenna, mengonfirmasi mengalokasikan anggaran untuk pembangunan drainase, meski lokasinya belum ditentukan.
Sementara untuk Bidang Bina Marga, proyek proyek besar–yang harus tender—seperti jalan, lebih diarahkan untuk perbaikan beberapa titik jalan dalam kota Luwuk. Namun, kata Dewa, untuk lokasinya belum ditentukan. “Untuk jalan dalam kota ada beberapa titik yang mendesak diperbaiki,” katanya. ***

















