“Kami berharap kesadaran tertib berlalu lintas tidak hanya meningkat saat operasi berlangsung, tetapi menjadi budaya sehari-hari. Dengan disiplin dan kepatuhan bersama, kita dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas dan mewujudkan Kamseltibcarlantas yang aman, nyaman, dan selamat bagi seluruh masyarakat Sulawesi Tengah,” pungkasnya.
Diketahui, operasi ini dilaksanakan selama 14 hari, terhitung sejak 2 hingga 15 Februari 2026, dengan fokus pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di bidang lalu lintas.
Operasi Keselamatan Tinombala 2026 mengedepankan kegiatan edukatif, persuasif, dan humanis, yang didukung dengan penegakan hukum (Gakkum) berbasis elektronik melalui ETLE statis dan mobile.
Upaya tersebut bertujuan untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas guna mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang aman, nyaman, dan selamat.
Selama pelaksanaan operasi, tercatat 48 kejadian kecelakaan lalu lintas pada tahun 2026, meningkat 71 persen dibandingkan tahun 2025 yang berjumlah 28 kejadian.

















