“Jadi, ini merupakan perusahaan terbesar untuk pengolahan subsektor susu. Bahkan menurut mereka, jika investasinya lancar mereka target 3-5 tahun kedepan, dengan target produksi 1,8juta ton,” paparnya.
Amran menjelaskan, tujuan utama dari investasi ini adalah meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat lokal kedepannya.
“Muaranya adalah meningkatkan kesejahteraan petani, kemudian menaikkan impor, membuka lapangan kerja, mengurangi penangguran, mengurangi kemiskinan, ini target kita kedepan,” tegasnya.
Adapun untuk luasan wilayah seluas 60 ribu hektare dan akan dikembangkan hingga 100 ribu hektare.
“Jika tercapai hingga 100 ribu hektare, mereka akan membangun sentral industri susu Indonesia di tempat ini,” terang menteri asal Sulsel itu.
Amran berharap kepada pemerintah daerah dan seluruh yang dipercayakan dalam proses menggarap program ini bekerja dengan sebaik mungkin.
“Kami memohon kepada seluruh masyarakat Poso, Sulawesi Tengah untuk mengawal dengan baik, ini investor kita datangkan langsung dengan timnya. Jadi, ini perusahaan cukup besar, sudah mempunyai cabang di Amerika, New Zealand, Jerman, Rusia dan Australia,” tuturnya.

















