Dengan kinerja wasit yang tidak profesional, menurut dia, menjadi ironi bagi ekosistem sepak bola nasional yang sedang bangkit dan bergairah kembali.
“Keputusan-keputusan wasit yang tidak adil sangat merusak mental tim padahal ajang PON ini untuk pembinaan atlet usia muda,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Kontingen Sulteng, Brigjen TNI Dody Triwinarto, berharap kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak khususnya wasit untuk menjaga integritas dan profesionalisme sebagai sang pengadil utama di lapangan hijau.
“Saya tetap bangga dengan tim perjuangan Sulawesi Tengah, petarung mereka tadulako sejati yang telah berjuang maksimal dan harus terus kami berikan dukungan tertinggi,” ujar petarung TNI bintang satu ini. ***















