Sebab, meskipun pada 2024 Indonesia berhasil naik dari peringkat 32 ke 22, namun penilaian di kategori health dan hygiene Indonesia masih terbilang rendah.
“Kita memang harus terus meningkatkan kualitas dari daya tarik wisata kita, karena pariwisata ke depan kita sudah bicara dua hal, yaitu quality tourism dan sustainable tourism,” katanya.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup/ Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, mengapresiasi kolaborasi lintas kementerian dan lembaga dalam kegiatan Aksi Bersih Sampah Laut ini.
“Ini adalah bukti keseriusan kita untuk menangani masalah sampah laut,” kata Hanif.
Dalam kegiatan ini, Wamenpar Ni Luh didampingi Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar, Hariyanto; Asisten Deputi Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata Kemenpar, Florida Pardosi; dan Direktur Poltekpar Bali, Ida Bagus Putu Puja.
Hadir pula Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono serta perwakilan dari Pemerintah Provinsi Bali, masyarakat setempat, serta sejumlah kementerian dan lembaga lainnya.***

















