Program ini mengusung inovasi penciptaan mesin pasteurisasi dan vacum cooling untuk mengolah dan meningkatkan kualitas madu.
Alat tersebut mengadopsi proses produksi di dalam Central Processing Plan (CPP) diantaranya pada proses regenerasi Triethylene Glycol (TEG) pada sistem Dehydration Unit (DHU) untuk menghilangkan kandungan air pada gas yang kemudian diadopsi menjadi mesin pasteurisasi.
Proses pada pompa-pompa menggunakan prinsip Bernoulli dimana efek venturi pada mesin vacum cooling digunakan untuk mendapatkan tekanan ideal pada vacum chamber untuk mempercepat proses pendinginan dan menciptakan kondisi untuk menghalangi sifat higroskopis madu.
Field Manager PEP DMF Ridwan Kiay Demak menjelaskan bahwa salah satu keberhasilan program ini adalah terjadi pengembangan kawasan konservasi berbasis masyarakat adat, pemanfaatan hutan berbasis apikultur, dan pengembangan eko-edu wisata minat khusus.
Keberhasilan pelaksanaan program, mendorong masyarakat adat Togong-Tanga melakukan replikasi di 6 desa lainnya yaitu Desa Unu, Desa Olusi, Desa Mangais, Desa Meselesek, Desa Alul, dan Desa Komba-Komba.

















