Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi oleh sejumlah pejabat dari perangkat daerah Pemprov Sulteng, pengurus Masjid Raya Baitul Khairaat, tokoh agama, konsultan, dan masyarakat.
Sebelum melakukan peninjauan, anwar melaksanakan salat Subuh berjamaah dan menyampaikan ceramah agama di Masjid sementara Baitul Khairaat.
Dikutip dari laman Humas Pemprov Sulteng, Baitul Khairaat artinya rumah kebaikan. Baitul Khairaat diambil dari bahasa Arab dan melambangkan harapan akan kemajuan serta kedamaian bagi umat Islam.
Dari sisi arsitektur, Masjid Raya Baitul Khairaat dibangun dengan pondasi tiang pancang sebanyak 483 titik yang dirancang tahan gempa serta menggunakan material yang aman bagi kesehatan dan sesuai standar SNI.
Keunikan desainnya juga tampak pada ornamen fasad daun kelor, yang menghiasi eksterior masjid di bawah kubah dome enamel, serta jam raksasa berdiameter 19,5 meter yang menjadi daya tarik tersendiri.
Sementara itu, bagian interior mihrab mengadopsi konsep lima waktu salat, sedangkan interior kubahnya dihiasi Asmaul Husna, nama-nama baik Allah SWT, yang semakin memperindah dan memperkuat nilai spiritual bangunan ini. ***

















